Tidak hanya menyandang julukan sebagai pulau penghasil Timah dan Lada Putih, Belitung juga di kenal sebagai pulau yang mempunyai kekayaan alam khas dan unik. Kekayaan alam tersebut berupa batu alam yang di namakan Satam. Wujud dari batu satam ini bewarna hitam, berukuran kecil dan sedang, serta Bentuk bulat dan lonjong. Selain itu pada batu terdapat seperti goretan yang terukir secara alami. Karena warna dari Batu Satam Hitam,terkadang juga batu ini di sebut dengan Batu Hitam atau Batu Legam (dalam bahasa Belitung.red). Selain itu juga, Menurut Penduduk Belitung, nama Satam berasal dari bahasa Tionghoa yang berarti pedu pasir. Sa = Pasir dan Tam = Empedu. Sehingga satam pun sering di katakan empedu pasir.
Batu Satam merupakan endapan batu meteor yang jatuh ke bumi setelah pecah/terbakar di langit jutaan tahun lalu. Biasanya Batu Satam banyak terdapat di lokasi Tambang Timah atau yang sering di sebut masyarakat Belitung dengan nama Kulong. Sehingga biasanya Batu Satam ini banyak di temukan oleh para pekerja Tambang Timah.
Sebagai pulau yang juga menghasilkan kekayaan alam berupa Batu Satam, Belitung menyimbolkan diri dengan Membuat tugu yang di atasnya di letakan Batu Satam buatan/tiruan. Tugu itu bisa berada tepat di pusat Kota Tanjungpandan
Keistimewaan
Berwarna hitam, berukuran kecil dan sedang, berbentuk bulat dan lonjong, serta memiliki goresan yang terukir secara alami merupakan keistimewaan dan ciri khas dari Batu Satam. Dengan keistimewaan tersebut membuat Batu Satam sering di jadikan batu perhiasan emas yang di pasang di kalung, giwang, bros cincin, tongkat komando.
Selain itu sebagian masyarakat Belitung berpendapat, bahwa Batu Hitam./Legam mempunyai kekuatan magic.Dengan di percaya mempunyai kekuatan magic membuat batu satam juga sering di gunakan sebagai jimat/penangkal ataupun sekedar simpanan.
Lokasi
Batu yang sering di katakan juga batu hitam ini memang hanya ada di lokasi tambang timah, jadi bagi anda masyarakat Belitung atupun para wisatwan yang sengaja ingin mendapatkan/mencari tampaknya agak sulit,mengingat batu satam biasanya hanya bisa di temukan oleh para penambang timah dan itupun hanya sebagian orang yang beruntung saja.
Tapi anda jangan takut, khususnya di kota Tanjungpandan sekarang ini sudah banyak tempat yang menjual batu alam itu. Misalnya pada toko oleh-oleh khas Belitung. Disana anda bisa melihat berbagai macam bentuk dari Batu Satam dan bisa memilih sesuai selera. Jadi jika anda berwisata ke pulau Belitung, jangan lewatkan untuk berkunjung ke toko oleh-oleh khas Belitung untuk membeli Batu Satam sebagai Cinderamata untuk keluarga yang sedang menunggu anda di rumah.
Jenis-Jenis Batu Satam
Jika di lihat dari bentuk dan ukuran Batu Satam ini sangatlah bervariasi. Ada yang berukuran kecil, sedang, dan juga ada yang besar. Dari bentuknya juga sangatlah unik dan bervariasi. Ada yang bulat , lonjong, serta ada yang bentuknya tidak beraturan, Jika di amati sekilas seperti Batu Satam yang rusak atau pecah. Biasanya jenis tersebut sering di sebut dengan Suiseki. Yang tak kala uniknya, pada batu satam ini terdapat seperti goretan yang seakan sengaja di ukir. Padahal goretan tersebut merupakan goretan yang terbentuk secara alami.
Batu Satam ini terbagi menjadi 2 jenis :
- Batu Satam Asli : Jenis ini merupakan Batu Satam asli. Dalam arti bahwa batu tersebut masih dalam kondisi yang asli sebagaimana saat di temukan oleh para penambang timah.
- Batu Satam Gosokan : Jenis ini merupakan batu satam yang di gosok, diubah bentuk dari bentuk sebelumnya. Untuk jenis ini, terkadang sebagian orang menyebutnya Batu Satam tidak asli. Mungkin hal tersebut di sebabkan karena bentuknya telah di ubah dari bentuk yang asli. Namun itu salah. Untuk jenis gosokan ini, tetaplah yang asli, karena walaupun sudah berubah bentuk, tetaplah sumber nya berasal dari batu satam yang asli.
Sumber: Jelajahbelitung.com
Fauzan Rishadi
19:34
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Batu Satam (Empedu Pasir) Asli Belitung
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Monday, 5 May 2014
![]() |
| Kecalo dalam kemasan |
Mungkin sebagian besar masyarakat bangka mengenla yang namanya "Kecalo", tapi sebagian lagi mungkin asing dengan makan ini. yaa, Kecalo merupakan salah satu makanan khas bangka. Jika anda mengetahui rusep, kecalo juga seperti itu, yaitu makanan yang dibuat dengan cara fermentasi, cuma bedanya kalo rusep bahan dasarnya adalah ikan bilis, tetapi kecalo bahan dasarnya adalah udang rebon.
Kecalo atau calo adalah udang rebon yang difermentasikan. Kecalo ini dimakan seperti fungsi sambel atau cocolan sayur-sayuran sebagai lalapan. Kecalo memiliki rasa yang cukup asin, juga bisa ditambahkan saat menggoreng telur kocok.
Banyak orang yang tidak mau makan kecalo karena aromaya yang menyengat, sama seperti rusep, banyak yang juga tidak menyukainya tetapi banyak juga yang menyukainya. Pembuatan kecalo sama seperti pembuatan rusep, yaitu dengan cara mencampurkan garam pada udang rebon yang masih segar, setelah itu dipermentasi sampai teksturnya lebih halus. Karena masyarakat bangka dominan dengan makanan khas laut, jadi kecal merupakan salah satu makanan khas bangka yang bahan dasarnya adalah dari udang rebon segar dari laut.
Kecalo ini biasa dihidangkan keluarga-keluarga di bangka sebagai temannya lalapan, biasanya kecalo ditambahkan dengan cabe rawit, bawang merah yang banyak sehingga memberikan rasa yang pedas dengan perpaduan rasa asin. memikirkannya saja menjadi ngiler ingin makan bersama-sama keluarga di rumah.
Fauzan Rishadi
00:55
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Kecalo Makanan Khas Bangka Olahan Udang
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Saturday, 12 April 2014
Tenun cual merupakan perpaduan antara tekhnik songket dan tenun ikat, namun yang menjadi ciri khasnya adalah susunan motif menggunakan tekhnik tenun ikat. Jenis motif tenun cual antara lain susunan motif bercorak penuh (Pengantek Bekecak), dan motif ruang kosong Jande Bekecak). Cual Bangka dahulu dikenal dengan nama Limar Muntok. Sekilas motif kain tenun cual nampak seperti songket palembang. Yang membedakan adalah jika pada Songket palembang motif diambil dari bentuk-bentuk bunga seperti cempaka atau bunga cengkeh, maka cual mengambil motif bentuk-bentuk alam dari tumbuh-tumbuhan dan hewan, seperti motif kucing atau bebek, bunga mawar, dan lain-lain yang jika dilihat dari jauh akan timbul motifnya.
Fungsi sosial dari tenun cual adalah sebagai pakaian kebesaran lingkungan Muntok, pakaian pengantin dan pakaian pada hari-hari kebesaran Islam dan adat lainnya, sebagai hantaran pengantin ataupun mahar yang langsung menggambarkan status sosial (pangkat dan kedudukan) seseorang pada masa itu. Dahulu, kehalusan tenunan, tingkat kerumitan motif dan warna pada tenun cual mengandung filosofi hidup sebagai hasil perjalanan religius penenunnya.
Tenun cual sangat terkenal karena tekstur kainnyaa/yang begitu halus, warna celupan benangnya tidak berubah, dan ragam motif seakan timbul, jika dipandang dari kejauhan. Peminat tenun cual pun hingga ke luar Bangka, sehingga diperjualkan pula ke Palembang, Belitung, Pontianak, Singapura dan Tanah Melayu lainnya. Hal ini menyebabkan pengguna tenun cual tidak lagi hanya pada keturunan Bangsawan Mentok.
Tahun 1914 hingga 1918, terjadi perang besar melanda Eropa yang menyebabkan terputusnya bahan baku tenun cual. Masuknya tekstil dari Cina menjadi pelengkap orang-orang Muntok meninggalkan kerajinan tenun cual. Tahun 1990, Perindustrian Kota Madya pangkalpinang menggalakan kembali keraj inan cual di Bangka. Kelompok usaha kerajinan cual yang terdiri dari anggota, keluarga tersebut diketuai oleh Masliana.Tahun 2003 Maslina membentuk Koperasi Tenun Kain Cual Khas Bangka. Kini ada 40 perajin cual yang tersebar di kota maupun kabupaten di Bangka Belitung.
- Produk dan Kapasitas Produksi
- Tenun Cual untuk wanita & pria, (324 stel/ tahun).
- Kemeja & bahan motif cual tekhnik printing, pesanan dalam jumlah banyak, ready stock (6000 meter/ tahun).
- Kemeja & bahan sarimbit motif cual tekhnik cap, stock terbatas, sesuai pesanan, wania dan motif bisa khusus (2400 meter/tahun).
- Cendramata dan aksesoris khas Bangka, seperti hiasan dinding, syal, mainan kunci dll.
- Melayani training/ magang tekhnik menenun cual.
- Unit penjualan bahan baku & peralatan (60 unit/tahun).
- Unit simpan pinjam khusus bagi perajin.
- Kualitas Tenun Cual
- Kualitas I (sehelai benang pakan), selendang besar (P.225 cm, L.56cm) Bahan baku sutra tanpa campuran, Rp. 7.500.000,- s/d Rp. 19.000.000,-
- Kualitas II (dua helai benang pakan), selendang Besar (P.225cm, L.56cm) Bahan baku sutra tanpa campuran, Rp. 3.500.000,- s/d Rp. 6.700.000,-
- Kualitas I (sehelai benang pakan), selendang kecil (P. 190cm, L.56cm) Bahan baku sutra tanpa campuran, Rp. 2.800.000,- s/d Rp. 3.400.000,-
- Kualitas II (dua helai benang pakan), selendang kecil (P. 190cm, L.56cm) Bahan baku sutra tanpa campuran, Rp. 1.800.000,-s/d Rp. 2.800.000,-
- Kualitas III (tiga helai benang pakan), selendang kecil(P.190cm, L.56cm) Bahan baku sutra tanpa campuran, Rp. 1.300.000,- s/d Rp. 1.700.000,-
- Tips Merawat Tenun Cual
- Tenun cual sebaiknya digulung mengelilingi batang pralon yang dilapisi dahulu dengan kertas minyak, atau kertas copy.
- Lalu dimasukkan ke dalam tabung atau dibungkus plastik lalu disimpan dalam lemari kayu.
- Jauhkan dari cahaya matahari langsung dan air.
- Tabung atau lemari penyimpanan diberi lada atau cengkeh yang ditakuti rayap atau serangga lainnya. Tenun cual tidak boleh di Dry Clean dan di Loundry hanya boleh angin-anginkans etelah dipakai.
- Tips Merawat Bahan Motif Cual Tekhnik Cap
- Agar warna alam pada bahan tersebut dapat tahan lajna hendaknya tidak mencucinya dengan mesin cuci. Jangan direndam terlalu lama, sebaiknya dicuci menggunakan shampoo atau sabun khusus (lerak)
- Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung. Sebaiknya digantung menggunakan hanger lalu diangin-anginkan di tempat yang teduh dan dibalik.
- Saat menstrika jangan terlalu panas dan dibalik, jangan menstrika di atas permukaan atau lapisi menggunakan sapu tangan.
- Simpan di tempat yang teduh, tidak terkena sinar lampu dan matahari secara langsung.
- Jika ingin memberi kapur barus, bungkus terlebih dahulu.
Sumber Utama: Disbudparpora Kota Pangkalpinang pada: http://tampukpinang.info/tradisional/kain-cual.html
Fauzan Rishadi
01:28
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Mengenal Kain Tenun Cual Khas Bangka
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Sunday, 24 November 2013
Selain keindahan alam, Bangka Belitung juga memiliki sebuah karya seni dengan kisah tersendiri. Kreativitas serta kekayaan intelektual budaya tercermin dari salah satu karya kebanggaan Bangka Belitung ini.
Kain Tenun Cual, adalah salah satu karya kebanggaan masyarakat Bangka Belitung. Pada dasarnya kain ini merupakan kain tenun layaknya songket. Namun, tenun cual memiliki warna khas melayu yang lebih cerah dan memiliki lengkungan serta motif flora dan fauna. Ada sembilan motif cual yang telah resmi dipatenkan oleh pemerintah yakni Kembang Kenanga, Bebek dan K. Sumping, Ubur-ubur, Merak, Gajah Mada 2003, K.Setangkai dan K. Rukem, Bebek Setaman, K. Rukem dan K. Setaman. Masing-masing memiliki keunikan dan ciri tersendiri.
Layaknya tenun yang berasal dari daerah lain, kain cual pun memiliki proses yang sangat rumit. Bahan-bahan pun terbilang mahal terlebih diantara corak ada yang berasal dari emas seberat 18 karat. Oleh karenanya, kain cual seringkali dijadikan pakaian kebesaran di kalangan bangsawan, pakaian penganting dan pakaian pada hari-hari kebesaran lainnya.
Dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk satu produk kain bila dikerjakan oleh pengrajin yang terampil. Bahan dasarnya antara lain polyster, sutra, katun, serat kayu dan benang emas. Seperti biasa, pengerjaannya dilakukan oleh kaum wanita sambil mengisi waktu luang mereka. Diperkirakan kegiatan menenun cual telah ada sejak abad ke-18 di ujung barat Pulau Bangka.
Secara spesifik, kain cual memang berasal dari masyarakat Muntok di Bangka Belitung. Tenun yang digunakan adalah perpaduan antara teknik sungkit dan tenun ikat. Dominasi serta susunan motif dengan teknik tenun ikatnya merupakan khasanah pengetahuan yang berasal dari asimilasi dari budaya Cina yang telah menyebar di benua Asia, termasuk Indonesia.
Bila dilihat lebih dalam, kain cual memang memiliki pesona pada susunan motifnya. Setiap motif pun memiliki arti dan filosofinya tersendiri seperti pada motif bunga. Motif bunga merupakan motif yang melambangkan kesucian, keanggunan rezeki dan segala kebaikan. Sedangkan motif bebek melambangkan persatuan dan kesatuan. Motif lain yakni motif naga melambangkan keperkasaan.
Kain cual memang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Bangka. Dari keindahan sejarahnya, kain cual seringkali disebut sebagai Pusake Lame yang harus dilestarikan. Motif yang penuh makna serta kerumitan dalam proses pembuatannya memang menjadikan kain cual sebagai salah satu karya seni budaya Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi.
Fauzan Rishadi
12:04
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Filosofi Dibalik Keindahan Kain Cual
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Saturday, 30 March 2013
![]() |
| Pantiaw |
Pantiaw ada dua jenis, yaitu Pantiaw Gandum dan Pantiau Beras. Pantiaw Gandum bentuknya hampir sama dengan mie biasa namun cara penyajian dan pembuatannya saja yang sedikit berbeda. Sedangkan Pantiaw Beras terbuat dari tepung beras dan pembuatannya pun cukup rumit, karena masih secara manual. Pantiaw Beras ini kalau di Pulau Jawa namanya kwetiaw. Bentuknya pun mirip sekali, namun sekali lagi cara penyajiannya yang berbeda.
Penyajian Pantiaw satu porsinya ditambahkan bumbu diatasnya. Bumbunya berupa ikan yang telah diolah sedemikian rupa sehingga menyedapkan Pantiaw ini. Setelah itu ditaburkan dengan bawang goreng untuk menambah rasa lezatnya. Tinggal seduh dengan air panas atau menggunakan kuah bakwan kita sudah bisa menikmati Pantiaw ini.
Untuk menikmati Pantiaw ini kita bisa membelinya di warung-warung yang menyediakan Pantiaw ini. Atau Anda bisa memesannya langsung ke pembuatnya. Jika Anda berminat untuk mencicipinya, Anda bisa memesannya disini. Namun Pantiaw ini tidak bisa bertahan lama, sehingga pengirimannya harus cepat. Paling lama 2 hari, dan bumbunya akan basi jika lebih dari 2 hari.
Pantiaw, Kuliner Khas Bangka
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Saturday, 26 January 2013
![]() |
| sambelingkung |
Sambalingkung atau semblingkung adalah makanan khas bangka belitung yang berasal dari ikan. Sambalingkung atau semblingkung ini dapat pula disebut ABON IKAN BANGKA. Pulau Bangka dan Palau Belitung dikelilingi oleh laut, tepatnya dikelilingi oleh perairan, ada Selat Karimata, Selat Gaspar, Selat Bangka bahkan berbatasan langsung dengan Laut china Selatan. Kondisi geografis inilah yang membuat Pulau Bangka dan Palau Belitung kaya akan hasil laut. Klik ini Lihat peta . Bahkan ada suatu suku di Bangka Belitung (Babel) yang hanya hidup di perairan dan jarang menginjak darat , namanya Suku Sekak atau Suku Anak Laut.
Sambalingkung atau semblingkung adalah makanan asli orang Bangka Belitung (Babel). Bisa dikatakan makanan Melayu Bangka Belitung. Sejarahnya, Sambalingkung dibuat agar hasil tangkapan ikan yang melimpah tidak terbuang percuma, yakni dengan cara mengolah ikan-ikan tangkapan tersebut menjadi makanan yang tahan lama, awet serta lezat. Dengan kreatifitas Melayu Bangka Belitung maka terciptalah Sambalingkung atau semblingkung , makanan khas bangka belitung itu.
Resep membuat semblingkung sederhana saja. Bahan-bahannya pun tidak susah ditemui. Bahan dasarnya adalah ikan dan santan kelapa. Kedua bahan utama ini terdapat diberbagai sudut Pulau bangka Belitung. Resep membuat semblingkung ini dibagikan kepada Tionghoa Bangka Belitung, sehingga Tionghoa Bangka Belitung mampu membuat juga. Semblingkung dapat dibuat dari berbagai ikan. Kabanyakan dari ikan tenggiri. Sambalingkung atau semblingkung di luar Bangka Belitung (Babel) dinamakan ABON IKAN BANGKA.
Jika anda bandingkan dengan Abon Ikan lainnya, maka ada perbedaan dari segi cita rasa. Pertama, lebih harum dan kedua, lebih gurih. Sambalingkung atau ABON IKAN BANGKA, makanan khas bangka belitung ini, sebenarnya adalah makanan rumahan yang tidak diperdagangkan, namun sekarang menjadi bagian dari oleh-oleh khas bangka belitung.
Sambalingkung atau semblingkung adalah makanan asli orang Bangka Belitung (Babel). Bisa dikatakan makanan Melayu Bangka Belitung. Sejarahnya, Sambalingkung dibuat agar hasil tangkapan ikan yang melimpah tidak terbuang percuma, yakni dengan cara mengolah ikan-ikan tangkapan tersebut menjadi makanan yang tahan lama, awet serta lezat. Dengan kreatifitas Melayu Bangka Belitung maka terciptalah Sambalingkung atau semblingkung , makanan khas bangka belitung itu.
Resep membuat semblingkung sederhana saja. Bahan-bahannya pun tidak susah ditemui. Bahan dasarnya adalah ikan dan santan kelapa. Kedua bahan utama ini terdapat diberbagai sudut Pulau bangka Belitung. Resep membuat semblingkung ini dibagikan kepada Tionghoa Bangka Belitung, sehingga Tionghoa Bangka Belitung mampu membuat juga. Semblingkung dapat dibuat dari berbagai ikan. Kabanyakan dari ikan tenggiri. Sambalingkung atau semblingkung di luar Bangka Belitung (Babel) dinamakan ABON IKAN BANGKA.
Jika anda bandingkan dengan Abon Ikan lainnya, maka ada perbedaan dari segi cita rasa. Pertama, lebih harum dan kedua, lebih gurih. Sambalingkung atau ABON IKAN BANGKA, makanan khas bangka belitung ini, sebenarnya adalah makanan rumahan yang tidak diperdagangkan, namun sekarang menjadi bagian dari oleh-oleh khas bangka belitung.
Fauzan Rishadi 08:27 New Google SEO Bandung, Indonesia
Kue Rintak bangka adalah kue tradisional Bangka. Kue jadul tapi masih enak di lidah. Kue Rentak atau lebih dikenal dengan nama Kue Sagu adalah penganan khas Pulau Bangka yang banyak dijumpai di toko-toko makanan daerah di Pulau Bangka.
Terbuat dari sagu, gula dan sebagainya memang klop disajikan dengan secangkir kopi atau susu. Kue Rentak tidak hanya disukai orang tua namun anak-anak dan remaja. Pada saat lebaran, Kue Rentak merupakan kue yang selalu ada di setiap rumah masyarakat dan selalu habis terakhir pada saat lebaran. Kue ini mudah sekali dibuat sehingga hampir semua masyarakat Pulau Bangka mampu membuatnya.
kue rintak Sangat cocok dikonsumsi sebagai cemilan. Kue ini pada umumnya dihidangkan kepada para tamu, kerabat, keluarga, dll pada susana perayaan lebaran, tahun baru, selamatan, dan event lainnya.
Bahan pembuatan kue rintak bangka:
3 kg tepung sagu
1 kg tepung terigu
6 btr telur
3 btr kelapa ukuran besar (ambil santannya)
3 keping gula aren
1 kg gula pasir
2 bks vanili
Cara :
Kepala diparut dan diambil santannya, kemudian dimasak bersama dengan gula aren, diaduk-aduk terus diatas api hingga mengental. Angkat adonan dan tiriskan/saring. Agar kotoran dari gula aren terbuang. Adonan diaduk hingga dingin.
Kemudian kocok telur utuh, campurkan ke dalam adonan gula tadi.
Sagu dan terigu disangrai hingga masak, tujuannya agar kue yang dihasilkan merekah dan mengembang dengan sempurna.
Untuk mencetak adonan, jangan dicampur langsung sekaligus dengan bahan kering (sagu + terigu) tapi dimasukkan bersedikit demi sedikit.
Caranya ambil sebagian adonan gula + telur campurkan sagu + terigu, aduk rata lalu pipihkan adonan di atas wadah, olesi bagian atasnya dengan minyak kelapa agar mudah dicetak. siap dipanggang.
Fauzan Rishadi
16:47
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Kue Rintak, Kuenya Orang Bangka
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Friday, 15 June 2012
Kue Rentak atau lebih dikenal dengan nama Kue Sagu adalah penganan khas Kota Pangkalpinang yang banyak dijumpai di toko-toko makanan daerah di Kota Pangkalpinang. Terbuat dari sagu, gula dan sebagainya memang klop disajikan dengan secangkir kopi atau susu. Kue Rentak tidak hanya disukai orang tua namun anak-anak dan remaja. Pada saat lebaran, Kue Rentak merupakan kue yang selalu ada di setiap rumah masyarakat dan selalu habis terakhir pada saat lebaran. Kue ini mudah sekali dibuat sehingga hampir semua masyarakat Kota Pangkalpinang mampu membuatnya.
Fauzan Rishadi
13:44
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Kue Rintak, Wisata Kuliner Bangka Belitung
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Sunday, 27 May 2012
![]() |
| kemplang (visitbangkabelitung.com) |
Kemplang adalah snack ringan yang terbuat dari ikan (tenggiri atau ikan lainnya) atau cumi dan sagu. Kemplang banyak dijumpai di toko-toko makanan khas Kota Pangkalpinang. Bentuknya bermacam-macam, ada bulat, segi empat dan lain-lain sesuai keinginan. Kemplang dibuat beberapa jenis, ada yang dipanggang/dibakar, digoreng dengan minyak, digoreng dengan pasir dan sebagainya. Wisatawan bisa langsung menikmati dan juga belajar membuatnya, karena kemplang banyak diproduksi dirumah-rumah masyarakat (home industri).
| sungko/kopiah resam |
Sungkok atau kopiah resam merupakan salah satu kerajinan khas dari Bangka. Kerajinan ini terbuat dari bahan resam. Resam yang merupakan tumbuh-tumbuhan perdu tergolong dalam bangsa pakis-pakisan. Resam banyak tumbuh di hutan dan semak-semak di sekitar desa dan perkampungan di Bangka.
Tumbuhan resam dapat tumbuh sampai ketinggian 1,5 meter.kopiah resam banyak dimintai masyarakat pada saat perayaan besar agama Islam dan kopiah resam dijadikan cindramata bagi masyarakat Bangka yang akan mengunjungi sanak famili mereka ke luar daerah.
Kopiah resam merupakan kerajinan tangan masyarakat Bangka yang dilakukan secara tradisional dan membutuhkan ketelitian dan kesabaran, bahan baku kopiah resam dari akar-akar resam yang mudah didapat di hutan Bangka dan pembuatannya memakan waktu lama karena melalui proses pengeringan akar dan memilah-milah akar menjadi lebih halus seperti benang.
Kerajinan resam biasanya didatangkan dari Desa Pedindang, Payung dan Sangir (Bangka Tengah) namun yang sangat terkenal kopiah resam dari Sangir karena kwalitasnya bagus.
![]() |
| tumbuhan resam |
Pembuatan kopiah resam diawali dengan proses pemisahan serat resam dari batangnya. serat resam tersebut kemudian diserut sesuai kebutuhan yaitu serat halus dan serat kasar. Kemudian serat resam di rendam dalam air lebih kurang 3 (tiga) hari. setelah direndam, bahan resam dikeringkan seperlunya.
Proses selanjutnya adalah penganyaman. Penganyaman pada umumnya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri. Lamanya penganyaman sangat tergantung dari halus dan kasarnya produk yang diinginkan. Biasanya sekitar 1 minggu hingga 3 bulan (12 minggu). Langkah selanjutnya, kopiah resam yang sudah selesai dianyam dilakukan penyamakan dengan getah pohon tertentu. Untuk hasil yang terbaik , penyamakan dilakukan berulang-ulang kali.
Fauzan Rishadi
05:26
New Google SEO
Bandung, IndonesiaKopiah Resam, Kerajinan Tangan Bangka
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Sunday, 20 May 2012
![]() |
| Belacan khas Bangka Selatan |
Pulau Bangka yang eksotis karena keindahan alam dan sumber daya timahnya, merupakan salah satu produsen terasi yang amat popular karena rasa dan kualitasnya. Selain itu, proses pembuatan yang masih tradisional, langsung oleh para nelayan, membuat terasi yang diproduksi tidak menggunakan zat-zat pewarna.
Terasi nama lainnya Belacan merupakan bahan penyedap masakan agar lebih enak dan sedap, apalagi terasi berasal dari Bangka Selatan yang terkenal dan tiada duanya soal rasanya, aromanya tajam dan rasanya gurih karena dibuat dari bahan udang dan rebon yang segar, belacan dari bangka selatan sudah diekspor ke negara luar negri : belanda,cina dll.
Sebelum digunakan lebih baiknya terasi atau belacan disangrai terlebih dahulu agar rasa dari terasi keluar apalagi terasi ini dicampur masakan lmepah darat, cah kangung emmmm : mantabbb
Fauzan Rishadi
21:21
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Terasi Bangka Selatan yang Mendunia
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Saturday, 19 May 2012
![]() |
| Rusip Bangka |
Makanan khas ini terbuat dari bahan dasar ikan bilis yang sebelum pembuatannya dicuci hingga bersih dan ditiriskan secara steril lalu dicampur dengan garam yang komposisinya seimbang. Agar aromanya menjadi harum dan wangi ditambahkan gula kabung. Adonan ini harus ditutup dengan wadah yang rapat agar tidak tercampur dengan benda asing apapun. Dahulu saat proses pembuatan adonan makanan ini ditempatkan dalam guci yang bermulut sempit. Suhu ruangan harus benar benar dijaga. Makanan ini dapat dimasak dulu atau dimakan langsung dengan lalapan.
Rusip ini memiliki aroma yang sangat menyengat sehingga bagi yang tidak terbiasa akan menyebabkan sedikit rasa mual. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan makanan yang satu ini akan sulit dilupakan karena rasanya yang sangat berbeda dari makanan yang lain. Selain itu, bentuk ataupun wujud dari makanan ini sangat ekstrim bagi yang tidak terbiasa.
Fauzan Rishadi
18:32
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Rusip Bangka, Hmmmmmm Bikin Ngiler
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Thursday, 17 May 2012
![]() |
| lakso bangka |
Kuahnya terdiri dari santan yang diberi bumbu kemiri, kunyit, ketumbar, bawang merah, bawang putih dan daging ikan tenggiri. Serpihan daging ikan tenggiri dengan kuah kuning yang gurih ini disiramkan ke atas mi. Tentu saja rasanya gurih dan aroma wangi dgaing ikan beradu dengan rempah.
Bahan:
· Tepung Beras
· Tepung Sagu
· Air
Kuah:
· Ikan (tinggiri atau ikan yang lainnya)
· Santan Kelapa
Bumbu:
· Bawang Merah
· Jahe
· Kemiri
· Kayu Pau (Putih)
· Cabe Merah
· Ketumbar
· Daun Serai
· Garam, Gula Pasir, Bawang Goreng
Cara membuat :
Cara membuat lakso, campur semua bahan, aduk samapi rata. Letakkan di atas api sedang sambil diaduk-aduk. Setelah airnya mendidih dan kering lalu diangkat.
Untuk membuat kuah, rebus ikan dan haluskan. Selanjutnya semua bumbu dihaluskan kecuali daun serai. Campur semua bumbu lalu setelah mendidih masukkan santan. Panaskan dengan api kecil sampai mendidih dan santan tidak pecah. Angkat dan sajikan dengan bawang goreng.
Fauzan Rishadi
18:10
New Google SEO
Bandung, Indonesia![]() |
| batu satam, belitung |
Batu satam ini mungkin hanya satu-satunya yang ada didunia. Di Pulau Belitung sendiri, tidak mudah untuk mendapatkan batu satam, apalagi untuk dijadikan kerajinan. Biasanya para perajin mendapatkan batu satam dari para penambang timah darat, yang menemukan satam ini secara kebetulan dari perut bumi dengan kedalaman 50 meter. Mereka pun menemukannya secara tak sengaja, terbawa oleh pipa pompa penghisap air yang diarahkan ke sakan yaitu tempat untuk memisahkan pasir dan timah.
Istilah satam diambil dari bahasa warga keturunan Cina yang berada di Pulau Belitung.
SA yang artinya pasir, sedangkan TAM artinya empedu. Jadi satam berarti empedu pasir.
Sementara warga pribumi Belitung sendiri mengartikan satam adalah Batu hitam.
Namun berdasarkan keterangan dari buku De Ontwikkling Van Het Eiland Billiton-Maatschappij karangan Door J.C. Mollema yang diterbitkan S. Gravenhage, Martinus Nijhoff 1992, menuliskan seorang berkebangsaan Belanda yang bernama Ir. N Wing Easton dari Akademi Amesterdam di Belanda menamakan bebatuan meteor ini dengan istilah Billitonite yang artinya batu dari Pulau Belitung.
Di kalangan masyarakat Belitung sendiri, batu satam ini dipercaya mempunyai kekuatan magis sebagai penangkal penolak racun dan unsur makhluk-gaib. Namun bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Timah ini, selalu menyempatkan diri membeli batu satam ini sebagai cendramata khas Pulau Belitung, yang dijadikan kalung, giwang, bros, cincin, tasbih, tongkat komando dan sebagainya, yang dikenal dengan istilah Kerajinan Satam.
Salah seorang perajinan batu satam itu adalah Firman Zulkarnain, yang biasa dipanggil Firman Satam. Pria kelahiran Pulau Belitung yang tinggal di Desa Pangkalalang Tanjungpandan ini, telah menekuni usaha kerajinan batu satam selama 19 tahun. Bahkan dengan kerajinan batu satamnya, Firman berhasil membawa nama Pulau Belitung ke ajang pameran-pamera nasional maupun internasional. Berbagai penghargaan juga telah diterimanya. Salah satunya adalah Asean Development Citra Award 2007-2008, yang dianugerahi oleh Asean programme Consultant Indonesia Consortium.
Meski tanpa dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, Firman tetap mempromosikan souvenir khas dari kelahirannya itu, seperti di Jakarta Fair 2008. Menurut Firman, para pengunjung sangat antusias untuk membeli ataupun sekedar melihat-lihat kerajinan satam yang dijual mulai dari harga 100 ribu sampai satu juta rupiah (harga promo tersebut hanya saat pameran). Sayangnya, oleh orang-orang tak bertanggung jawab, banyak banyak dijual batu satam yang palsu, demi mendapatkan keuntungan semata. Untuk mengetahui satam yang asli, letakkan telapak tangan Anda diatas satam, jika terasa ada medan energi, itulah Satam yang asli.(Arizal Wahyudi/Ijs)
Baca juga artikel ini, tentang Jenis-jenis batu satam --> Batu satam Belitung
Baca juga artikel ini, tentang Jenis-jenis batu satam --> Batu satam Belitung
![]() |
| getas/kretek |
Makanan khas dari Bangka Belitung ini sangat digemari oleh masyarakat Bangka dan luar Bangka. Apalagi di saat merayakan hari besar keagamaan maka hampir semua rumah yang merayakan terdapat makanan getas ini atau lebih di kenal dengan keretek.
keretek ini terbuat dari ikan dan biasanya dibuat dengan ikan tenggiri sebagai bahan dasarnya, keretek atau getas ini biasanya makanan pengganti kerupuk atau kemplang namun keretek ini biasanya bentuk nya bulat seperti kelereng jadi enak disaji ketika kita makan bakso,mie dan berkuah lainnya. kretek ini sering dijadikan wisatawan sebagai oleh-oleh khas bangka yang sangat diminati karena rasanya yang sangat enak dan nuansa lautnya kentara, karena 99% rasa ikan. hehehe..... sekali anda mencoba dijamin mau lagi, kecuali bagi orang-orang yang alergi dengan ikan.
Fauzan Rishadi
23:19
New Google SEO
Bandung, Indonesia
























