Selama ini dalam sejarah modern Indonesia hanya disebut Jakarta, Yogyakarta, dan Bukit Tinggi sebagai ibu kota Republik. Secara ”de facto”, Pangkal Pinang di Kepulauan Bangka Belitung pernah menjadi ibu kota Republik selama tujuh bulan.
Pangkal Pinang memang tidak pernah secara resmi ditunjuk menjadi ibu kota. Peran itu bersandingan dengan Bukittinggi, Sumatera Barat, yang menerima mandat langsung saat para pemimpin Republik di Yogyakarta ditangkap Belanda pada 19 Desember 1948. MR Sjafruddin Prawiranegara menerima mandat untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi. Ia menjadi Presiden Indonesia selama 207 hari.
Sementara Lambertus Nicodemus Palar mendirikan perwakilan RI di PBB. Misi diplomatik LN Palar berhasil membuat PBB menekan Belanda agar mau berunding dengan Indonesia. Namun, Belanda tidak mau berunding dengan PDRI. Belanda memilih dengan para pemimpin RI yang diasingkan ke Bangka sejak 22 Desember 1948 sampai Juli 1949.
Para pemimpin itu adalah Wakil Presiden Mohammad Hatta, Sekretaris Negara AG Pringgodigdo, Ketua Komisi Nasional Indonesia Pusat (KNIP) MR Assaat, dan Kepala Staf AU Soerjadarma yang diasingkan di Pesanggrahan Menumbing. Mereka menghuni pesanggrahan di Bukit Menumbing, Bangka Barat, itu sejak 22 Desember 1948 sampai Juli 1949.
Pada saat bersamaan Presiden Soekarno dan Menteri Luar Negeri Agus Salim diasingkan di Wisma Ranggam yang terletak di Muntok, Bangka Barat, mulai 5 Februari 1949. ”Secara de facto, kala itu pemimpin utama Republik ada di Bangka,” ujar peminat sejarah di Pangkal Pinang, Akhmad Elvian.
Pada saat bersamaan Presiden Soekarno dan Menteri Luar Negeri Agus Salim diasingkan di Wisma Ranggam yang terletak di Muntok, Bangka Barat, mulai 5 Februari 1949. ”Secara de facto, kala itu pemimpin utama Republik ada di Bangka,” ujar peminat sejarah di Pangkal Pinang, Akhmad Elvian.
Lokasi perundingan sekarang menjadi Museum Timah Indonesia, walau sudah tidak lagi tersisa barang-barang saat perundingan digelar. ”Kami berusaha menjaga yang tersisa dengan merestorasi bangunan sesuai bentuk aslinya. Setidaknya, lokasi perundingan masih utuh dan bisa dikunjungi setiap saat,” ujar petugas bagian aset PT Timah Tbk Wirtsa Firdaus.
Perundingan-perundingan di rumah itu terutama membahas kerangka perjanjian Roem-Royen. Perjanjian pada 7 Mei 1949 itu diikuti Konferensi Meja Bundar di Den Haag, 2 November 1949. Dalam konferensi itu disepakati, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia 27 Desember 1949.
”Jika perundingan-perundingan di Pangkal Pinang tidak pernah digelar, sejarah Indonesia mungkin akan lain,” ujar Elvian.
Bukti lain status Pangkal Pinang sebagai ibu kota adalah prasasti di Taman Sari. Taman itu terletak di sisi utara Lapangan Merdeka. Tugu itu diresmikan Bung Hatta pada 17 Agustus 1949. Tugu itu berisi tulisan: Prasasti Surat Kuasa Kembalinya Republik Indonesia ke Yogyakarta. Diserahkan oleh Ir Soekarno kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Media Juni 1949.
Salinan naskah asli surat kuasa itu masih tersimpan di Wisma Menumbing. Dalam naskah asli, memang tidak tercantum tanggalnya. Hanya tertulis Juni 1949.
Pentingnya status Bangka, khususnya Pangkal Pinang, pada masa itu diakui oleh MR AG Pringgodigdo. Dalam Memoir Mohammad Hatta, Pringgodigdo menyatakan, pusat percaturan politik internasional kala itu ada di PBB dan Bangka.
”Sejarah-sejarah di luar Jawa sering dianggap sebagai kejadian-kejadian kecil dan tidak penting. Faktanya, keberlanjutan Indonesia sebagai negara ditentukan lewat perundingan-perundingan di Pangkal Pinang,” ujar Elvian. (Kris R Mada)
Fauzan Rishadi
21:53
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Pangkalpinang Pernah Menjadi Ibu kota Republik Indonesia 7 Bulan
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Tuesday, 3 December 2013
![]() |
| Perigi/Sumur Pekasem |
Sumur atau perigi Pekasem terletak di Kelurahan Tuatunu Indah Kecamatan Gerunggang. Perigi atau sumur ini dijadikan tempat untuk membuang mayat orang-orang yang terbunuh TKR (Tentara Keamanan Rakyat), karena dianggap musuh atau sebagai mata-mata Belanda atau sekutu. Tuatunu sendiri pada waktu itu merupakan kampung yang dijadikan salah satu markas TKR yang terletak di Hutan Titi Rengas, Kampung Cekong Abang Air Duren dan Hutan Arang, Air Kelapa Tujuh, terletak antara bukit, bulur air dan Air Kelapa Tujuh Tuatunu. TKR sendiri dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Maklumat tanggal 5 Oktober 1945 dikarenakan situasi Nagara Kesatuan Republik Indonesia yang baru terbentuk dalam keadaan genting dan berbahaya karena kedatangan tentara Belanda (NICA) karena ingin kembali berkuasa di Indonesia.
Fauzan Rishadi
15:41
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Perigi Pekasem Tuatunu, Pangkalpinang (Wisata Sejarah Bangka)
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Thursday, 24 May 2012

Keunikan Pantai Pasir Padi yang memiliki garis pantai sepanjang 100 hingga 300 m adalah ombak yang tenang dan kontur pasir yang padat, putih dan halus. Oleh sebab itu, pantai ini nyaman untuk pejalan kaki bahkan dapat di lalui oleh kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua. Pantai yang mempunyai pemandangan alam yang sangat indah ini berada tidak jauh dari Pulau Punan, yang dapat dikunjungi dengan berjalan kaki ketika air laut surut. Selain itu, juga terdapat Pulau Semujur dan Pulau Panjang yang berada sekitar 2,5 Km di perairan Pasir Padi. Pantai kunjungan wisata yang paling digemari oleh semua tingkat usia ini sangat nyaman untuk mandi atau berjemur, karena kehangatan air lautnya, dan ketenangan ombaknya.
Untuk hari senin - jumat untuk masuk ke pantai ini hanya membayar Rp 1.000/motor dan 5.000/mobil. untuk hari libur menjadi 2.000/motor dan 10.000/mobil. Pantai ini juga dilengkapi oleh fasilitas untuk outbond, banan boat dan lainnya. Wilayahnya yang strategis di kota Pangkalpinang menjadikan pantai ini menjadi tempat wisata yang paling banyak dikunjungi. Di panati ini juga dilengkapi dengan fasilitas pemandian air tawar yang sangat terjangkau untuk membersihkan diri dari air laut. Banyak juga yang menjadikan pantai ini sebagai tempat untuk berlatih mengendarai mobil karena tekstur pasirnya yang padat dan bisa dilalui kendaraan.
Pantai Pasir Padi, Pantai di kota Pangkalpinang
Posted by Bangka Belitung Negeri Serumpun Sebalai on Wednesday, 2 May 2012
![]() |
| Masjid Jami' (Internet) |
Masjid Jamik adalah masjid terbesar di kota Pangkalpinang, Masjid Jami' ini merupakan ikon kota Pangkalpinang. Masjid Jamik, terletak di jalan Masjid Jamik, merupakan salah satu masjid terbesar dan tertua di Pangkalpinang. Dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan 18 Desember 1936 H yang dibuktikan dari tulisan yang masih dapat dilihat pada meja putih terbuat dari marmer, yang letaknya bergeser ke barat pada pekarangan depan masjid sekarang.
Luas Majid Jamik ± 900 m² dan dapat menampung jamaah sekitar 2000 orang dibangun di atas lahan seluas 5.662 m². Salah satu keunikan masjid ini adalah antara tangga depan (berbentuk setengah lingkaran) dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga (ukuran kecil) berjumlah 5 tiang, bisa diartikan sebagai Rukun Islam dan antara tembok depan dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga kecil sebanyak 6 buah (3 sebelah kanan dan 3 sebelah kiri), dapat diartikan sebagai Rukun Iman. Memiliki empat tiang utama sesuai jumlah Khalifaturrasyidin, lima pintu masuk 3 di depan dan 1 di samping kiri dan 1 di kanan serta terdiri atas 3 undakan atau tingkatan dengan satu kubah dan satu menara.
Fauzan Rishadi
10:22
New Google SEO
Bandung, IndonesiaLuas Majid Jamik ± 900 m² dan dapat menampung jamaah sekitar 2000 orang dibangun di atas lahan seluas 5.662 m². Salah satu keunikan masjid ini adalah antara tangga depan (berbentuk setengah lingkaran) dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga (ukuran kecil) berjumlah 5 tiang, bisa diartikan sebagai Rukun Islam dan antara tembok depan dengan atapnya dihiasi oleh tiang penyangga kecil sebanyak 6 buah (3 sebelah kanan dan 3 sebelah kiri), dapat diartikan sebagai Rukun Iman. Memiliki empat tiang utama sesuai jumlah Khalifaturrasyidin, lima pintu masuk 3 di depan dan 1 di samping kiri dan 1 di kanan serta terdiri atas 3 undakan atau tingkatan dengan satu kubah dan satu menara.






